Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Kamis, 02 Februari 2012
Selasa, 31 Januari 2012
tidur kurang dari 8 jam memperpendek umur ?
Kurang tidak baik, lebih pun tidak baik. Buat Anda yang punya
banyak waktu, jangan habiskan lebih dari 8 jam untuk tidur.
Soalnya sebuah penelitian menyebutkan, tidur malam terlalu
panjang, lebih dari 8 jam sehari, bisa memperpendek umur.
banyak waktu, jangan habiskan lebih dari 8 jam untuk tidur.
Soalnya sebuah penelitian menyebutkan, tidur malam terlalu
panjang, lebih dari 8 jam sehari, bisa memperpendek umur.
TNA, Material Genetik Paling Primitif
NatureIlustrasi - TNA (Therose Nucleic Acid)
ARIZONA, TI - Konsep kekinian biologi mengenal Asam Deoksiribonukleat (DNA) dan Asam Ribonukleat (RNA). Keduanya dianggap sebagai molekul dasar kehidupan atau material genetik dimana DNA mengendalikan kegiatan biologis dan pewarisan sifat sementara RNA berperan dalam sintesis protein.
TNA, Material Genetik Paling Primitif
NatureIlustrasi - TNA (Therose Nucleic Acid)
ARIZONA, TI - Konsep kekinian biologi mengenal Asam Deoksiribonukleat (DNA) dan Asam Ribonukleat (RNA). Keduanya dianggap sebagai molekul dasar kehidupan atau material genetik dimana DNA mengendalikan kegiatan biologis dan pewarisan sifat sementara RNA berperan dalam sintesis protein.
Tanaman Ini Pemakan Cacing
Philcoxia minensis
BRASILIA, TI — Tanaman genus Philcoxia, salah satunya Philcoxia minensis, merupakan salah satu tanaman paling unik. Pakar tumbuhan dari State University of Campinas di Brasilia, Rafael Olivera, menemukan bahwa tanaman ini memiliki daun yang tumbuh di dalam tanah serta memakan cacing.
Tanaman Ini Pemakan Cacing
Philcoxia minensis
BRASILIA, TI — Tanaman genus Philcoxia, salah satunya Philcoxia minensis, merupakan salah satu tanaman paling unik. Pakar tumbuhan dari State University of Campinas di Brasilia, Rafael Olivera, menemukan bahwa tanaman ini memiliki daun yang tumbuh di dalam tanah serta memakan cacing.
BBC Indonesia Ulat GM memproduksi sutra dengan kualitas seperti jaring laba-laba Ilmuwan Amerika Serikat menciptakan ulat sutra yang telah dimodifikasi secara genetik untuk menghasilkan sutra berkualitas super. Dalam jurnal ilmu pengetahuan PNAS, para ilmuan dari Universitas Wyoming mengatakan tujuan mereka adalah memproduksi sutra dari ulat dengan hasil yang sama kuat dengan jaring laba-laba. Sutra laba-laba memiliki kualitas unggul karena jauh lebih kuat dari besi. Dalam komik, tokoh Spider-Man menggunakan jaring sutra laba-laba untuk menjerat penjahat dan melompat dari gedung-gedung pencakar langit di kota. Para peneliti telah berusaha mereproduksi sutra seperti itu selama puluhan tahun karena menternakkan laba-laba secara komersial tidak memungkinkan. Laba-laba tidak bisa memproduksi cukup jaring untuk kepentingan produksi, selain itu mereka juga cenderung kanibal jika berada di satu tempat bersama-sama. Sebaliknya, ulat sutra mudah diternakkan dan dapat memproduksi sutra dalam jumlah besar, namun kualitas bahan yang dihasilkan tergolong rentan. Selama bertahun-tahun, para peneliti berusaha mengawinkan kualitas-kualitas unggul dari kedua serangga ini dengan mentransplantasi gen laba-laba ke ulat. Namun ulat sutra hasil modifikasi genetik itu masih belum mampu menghasilkan cukup sutra laba-laba hingga saat ini. Ulat yang dinamakan GM itu, diciptakan oleh tim pimpinan Professor Don Jarvis dari Universitas Wyoming dan mampu memproduksi sutra laba-laba dalam jumlah besar. Mengomentari hasil penelitian ini, Dr Christopher Holland dari Universitas Oxford mengatakan temuan itu mewakili langkah menuju produksi komersial sutra super. "Intinya, hasil penelitian ini menunjukkan mereka mampu mengambil satu komponen dari sutra laba-laba dan membuat ulat sutra menenunnya menjadi serat bersama-sama dengan sutra alami mereka," kata Holland. Sutra super ini bisa digunakan untuk memproduksi benang jahit operasi yang lebih kuat atau bahan implan. Namun sutra laba-laba GM juga bisa digunakan sebagai pengganti ramah lingkungan untuk plastik. Ada kekhawatiran mengenai bahaya lingkungan jika ulat GM lepas ke alam bebas, tapi menurut Professor Guy Poppy dari Universitas Southampton, ulat tersebut tidak berbahaya terhadap lingkungan. Sumber :BBC Indonesia Share 21
Ulat GM memproduksi sutra dengan kualitas seperti jaring laba-laba
Ilmuwan Amerika Serikat menciptakan ulat sutra yang telah dimodifikasi secara genetik untuk menghasilkan sutra berkualitas super.
BBC Indonesia Ulat GM memproduksi sutra dengan kualitas seperti jaring laba-laba Ilmuwan Amerika Serikat menciptakan ulat sutra yang telah dimodifikasi secara genetik untuk menghasilkan sutra berkualitas super. Dalam jurnal ilmu pengetahuan PNAS, para ilmuan dari Universitas Wyoming mengatakan tujuan mereka adalah memproduksi sutra dari ulat dengan hasil yang sama kuat dengan jaring laba-laba. Sutra laba-laba memiliki kualitas unggul karena jauh lebih kuat dari besi. Dalam komik, tokoh Spider-Man menggunakan jaring sutra laba-laba untuk menjerat penjahat dan melompat dari gedung-gedung pencakar langit di kota. Para peneliti telah berusaha mereproduksi sutra seperti itu selama puluhan tahun karena menternakkan laba-laba secara komersial tidak memungkinkan. Laba-laba tidak bisa memproduksi cukup jaring untuk kepentingan produksi, selain itu mereka juga cenderung kanibal jika berada di satu tempat bersama-sama. Sebaliknya, ulat sutra mudah diternakkan dan dapat memproduksi sutra dalam jumlah besar, namun kualitas bahan yang dihasilkan tergolong rentan. Selama bertahun-tahun, para peneliti berusaha mengawinkan kualitas-kualitas unggul dari kedua serangga ini dengan mentransplantasi gen laba-laba ke ulat. Namun ulat sutra hasil modifikasi genetik itu masih belum mampu menghasilkan cukup sutra laba-laba hingga saat ini. Ulat yang dinamakan GM itu, diciptakan oleh tim pimpinan Professor Don Jarvis dari Universitas Wyoming dan mampu memproduksi sutra laba-laba dalam jumlah besar. Mengomentari hasil penelitian ini, Dr Christopher Holland dari Universitas Oxford mengatakan temuan itu mewakili langkah menuju produksi komersial sutra super. "Intinya, hasil penelitian ini menunjukkan mereka mampu mengambil satu komponen dari sutra laba-laba dan membuat ulat sutra menenunnya menjadi serat bersama-sama dengan sutra alami mereka," kata Holland. Sutra super ini bisa digunakan untuk memproduksi benang jahit operasi yang lebih kuat atau bahan implan. Namun sutra laba-laba GM juga bisa digunakan sebagai pengganti ramah lingkungan untuk plastik. Ada kekhawatiran mengenai bahaya lingkungan jika ulat GM lepas ke alam bebas, tapi menurut Professor Guy Poppy dari Universitas Southampton, ulat tersebut tidak berbahaya terhadap lingkungan. Sumber :BBC Indonesia Share 21
Ulat GM memproduksi sutra dengan kualitas seperti jaring laba-laba
Ilmuwan Amerika Serikat menciptakan ulat sutra yang telah dimodifikasi secara genetik untuk menghasilkan sutra berkualitas super.
Tak Ada Kehidupan Berbasis Arsenik
Bakteri Arsenik
CALIFORNIA, TI - Setahun lalu, Felisa Wolfe-Simon dan Institute Astrobiologi di NASA membuat kejutan dengan menemukan adanya bakteri arsenik. Tak seperti bakteri umumnya, materi DNA bakteri itu tersusun atas arsenik yang diketahui merupakan racun bagi manusia.
Embun Menentang Gravitasi
Embun
BORDEAUX, TI — Pernahkah melihat bagaimana embun terbentuk dan menetes dari sebuah daun rumput?
Jika diperhatikan, embun tak langsung menetes begitu saja. Embun yang ada di bagian bawah daun atau rumput bergerak ke atas hingga ke ujung daun sebelum akhirnya menetes.
Ilmuwan Jepang Ciptakan Tikus Berkicau
Tikus hasil rekayasa genetika yang bisa berkicau.
OSAKA, TI. Ilmuwan asal Jepang berhasil menciptakan tikus yang bisa bersiul lewat rekayasa genetika. Tikus ini diciptakan lewat Evolve Mouse Project yang bertujuan untuk mempelajari evolusi bahasa manusia.
"Mutasi adalah pemicu evolusi. Kami telah menyilangkan tikus yang direkayasa genetika selama beberapa generasi untuk melihat apa yang akan terjadi," kata Arikuni Uchimura, pimpinan riset.
Ilmuwan Jepang Ciptakan Tikus Berkicau
Tikus hasil rekayasa genetika yang bisa berkicau.
OSAKA, TI. Ilmuwan asal Jepang berhasil menciptakan tikus yang bisa bersiul lewat rekayasa genetika. Tikus ini diciptakan lewat Evolve Mouse Project yang bertujuan untuk mempelajari evolusi bahasa manusia.
"Mutasi adalah pemicu evolusi. Kami telah menyilangkan tikus yang direkayasa genetika selama beberapa generasi untuk melihat apa yang akan terjadi," kata Arikuni Uchimura, pimpinan riset.
Senin, 16 Januari 2012
Matahari Buatan dan Kota Terapung Masa Depan
Manusia di masa depan akan tinggal dalam kota kecil yang mengapung,
menyeberangi pasifik layaknya berdiri diatas bunga lili raksasa. Konsep
awal itu telah dirancang perusahaan teknologi Jepang Shimizu dengan
mengutamakan teknologi ramah lingkungan untuk menciptakan kota dengan
kadar karbon netral.
menyeberangi pasifik layaknya berdiri diatas bunga lili raksasa. Konsep
awal itu telah dirancang perusahaan teknologi Jepang Shimizu dengan
mengutamakan teknologi ramah lingkungan untuk menciptakan kota dengan
kadar karbon netral.
Minggu, 15 Januari 2012
Generator Penembus Lorong Waktu
Percayakah anda bahwa suatu hari nanti perjalan dari Bumi ke Mars hanya butuh 3 jam saja. Bahkan terbang menjelajah planet di luar sana yang jaraknya 11 tahun cahaya bisa di tempuh hanya dalam 80 hari. Sound like impossible.. If that's true, it will be faster than light speed !
Selasa, 10 Januari 2012
Ilmuwan ‘Bikin’ Makhluk Gabungan 6 Spesies Berbeda
Ilmuwan ‘Bikin’ Makhluk Gabungan 6 Spesies Berbeda – Apa jadinya ketika ilmuwan memadukan sel dari enam hewan berbeda untuk menciptakan satu makhluk baru? Chimera pertama dunia pun terlahir. Seperti apa?
9 Penemuan-Penemuan Oleh Ilmuwan Muslim
Kehidupan modern tak lepas dari penemuan-penemuan ilmuwan muslim. Proyek 1001 kembali mengingatkan sejarah 1000 tahun warisan muslim yang terlupakan.

“Ada sebuah lubang dalam ilmu pengetahuan manusia, melompat dari zaman Renaisans langsung kepada Yunani,” ujar Chairman Yayasan Sains, Teknologi dan Peradaban Profesor Salim al-Hassani pemimpin 1001 Penemuan.
“Ada sebuah lubang dalam ilmu pengetahuan manusia, melompat dari zaman Renaisans langsung kepada Yunani,” ujar Chairman Yayasan Sains, Teknologi dan Peradaban Profesor Salim al-Hassani pemimpin 1001 Penemuan.
9 Penemuan-Penemuan Oleh Ilmuwan Muslim
Kehidupan modern tak lepas dari penemuan-penemuan ilmuwan muslim. Proyek 1001 kembali mengingatkan sejarah 1000 tahun warisan muslim yang terlupakan.

“Ada sebuah lubang dalam ilmu pengetahuan manusia, melompat dari zaman Renaisans langsung kepada Yunani,” ujar Chairman Yayasan Sains, Teknologi dan Peradaban Profesor Salim al-Hassani pemimpin 1001 Penemuan.
“Ada sebuah lubang dalam ilmu pengetahuan manusia, melompat dari zaman Renaisans langsung kepada Yunani,” ujar Chairman Yayasan Sains, Teknologi dan Peradaban Profesor Salim al-Hassani pemimpin 1001 Penemuan.
Ilmuwan Temukan Terompet Malaikat Israfil?
Dengan sebuah peralatan canggih, ilmuwan membuat kesimpulan yang mencengangkan mengenai alam semesta. Benarkah mereka juga menemukan sangkakala Malaikat Israfil?

Temuan itu dicapai sekitar beberapa tahun lalu, dalam sebuah observasi yang dipimpin oleh Profesor Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman. Mereka hendak mencari tahu, seperti apa sebenarnya bentuk alam semesta ini.
Temuan itu dicapai sekitar beberapa tahun lalu, dalam sebuah observasi yang dipimpin oleh Profesor Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman. Mereka hendak mencari tahu, seperti apa sebenarnya bentuk alam semesta ini.
Ilmuwan Temukan Terompet Malaikat Israfil?
Dengan sebuah peralatan canggih, ilmuwan membuat kesimpulan yang mencengangkan mengenai alam semesta. Benarkah mereka juga menemukan sangkakala Malaikat Israfil?

Temuan itu dicapai sekitar beberapa tahun lalu, dalam sebuah observasi yang dipimpin oleh Profesor Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman. Mereka hendak mencari tahu, seperti apa sebenarnya bentuk alam semesta ini.
Temuan itu dicapai sekitar beberapa tahun lalu, dalam sebuah observasi yang dipimpin oleh Profesor Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman. Mereka hendak mencari tahu, seperti apa sebenarnya bentuk alam semesta ini.


15.05
dokumentasi dunia by agus synyster